Download from PlayStore
  • Butuhkan bantuan? Hubungi kami
  • DFSK Ingin Pamer Mobil Listrik untuk Segmen Kendaraan Komersial

    Berita Otomotif

    DFSK Ingin Pamer Mobil Listrik untuk Segmen Kendaraan Komersial

    JAKARTA – DFSK (Dongfeng Sokon) Glory E3 hampir pasti bukanlah satu-satunya mobil listrik yang akan diperlihatkan oleh pabrikan otomotif asal China itu pada 2019.

    Franz Wang, Managing Director PT. Sokonindo Automobile, membeberkan rencana DFSK memperkenalkan sebuah mobil listrik lainnya tahun ini. Akan tetapi, jenisnya bukanlah kendaraan penumpang seperti Glory E3.

    “Sebagai sedikit petunjuk bagi Anda, mungkin, pada bulan depan, kami akan mengundang rekan-rekan media massa untuk melihat mobil komersial bertenaga listrik yang kami punya,”  ujarnya beberapa waktu lalu di Pondok Indah, Jakarta.

    Franz tidak menyebutkan modelnya. Tapi menurut sumber terpercaya, model itu adalah EC35 yang bakal meluncur dan dijual di Australia awal tahun depan. Mobil listrik ini akan masuk ke segmen komersial sebagai kendaraan angkut ringan.

    Sekadar mengingatkan, pada akhir Juli kemarin, DFSK sudah memamerkan sport utility vehicle (SUV) listrik Glory E3 dalam Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) di Serpong, Tangerang. Mereka mengungkapkan inilah calon terkuat mobil listrik pertama mereka di Tanah Air.

    Pemerintah Indonesia memang berencana memberi berbagai keistimewaan bagi mobil listrik, mulai dari yang berteknologi hybrid, plug-in hybrid (PHEV), mobil listrik murni, hingga mobil hidrogen di Indonesia. Tujuannya adalah menciptakan pasar dan industrinya di negeri ini.

    Presiden Joko Widodo sudah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 berisi gambaran umum 17 insentif fiskal plus nonfiskal bagi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai. Regulasi ini disusul oleh Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2019 mengenai revisi Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) kendaraan bermotor termasuk bagi hybrid, PHEV, mobil listrik, sampai mobil hidrogen yang mulai berlaku pada 2021.

    Lebih lanjut, Glory E3 mempunyai baterai berkapasitas 52,5 kWh yang bisa menyuplai tenaga untuk menempuh jarak 405 km. Tenaga dari baterai disalurkan ke motor penggerak listrik berdaya 160hp dengan torsi 300 Nm.

    Ada setidaknya 5 keunggulan mobil-mobil listrik ketimbang mobil bermesin konvensional, termasuk tentunya Glory E3. Salah satunya adalah ongkos operasional sangat murah.

    Glory E3 diklaim hanya membutuhkan biaya pengecasan tak sampai Rp 100 ribu untuk jarak 405 km.

    China, negara asal DFSK, merupakan pasar mobil listrik terbesar dunia. Tak heran merek-merek China pun memiliki produk mobil listrik yang variatif.

    Untuk kendaraan penumpang, mereka punya antara lain SUV Glory E3 serta Seres SF5. Di sektor kendaraan komersial, ada EC31 dan EC35.

    “Produk dan teknologinya ada, pabrik pun kami punya di sini (Indonesia). Bagi kami memproduksinya tidaklah sulit. Akan ada penyesuaian tentu, tapi tak sulit dalam hal teknologi. Faktor terpenting adalah kenapa kami harus melakukan itu. Jika ada pasarnya, kalau ada kebijakan yang sangat jelas, dan kami yakin pasarnya bisa tercipta, kami akan melakukannya,” papar Franz menyinggung pabrik mereka di Serang, Banten. [Xan/Ari]



    Insan Akbar Krisnamusi

    Insan Akbar Krisnamusi

    Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


    Berita Utama


    Komentar

    两个人免费视频-两个人的视频全免费